Landasan Pijak Diversifikasi Pangan
Dr Andi Irawan
Koran Tempo 22 Januari 2010
Salah satu parameter kesuksesan pemerintah dalam konteks ketahanan pangan nasional adalah keberhasilan program diversifikasi pangan, mengapa demikian? Argumentasinya sederhana. Berhasilnya program diversifikasi pangan menunjukkan, dominasi pangan tertentu dalam konsumsi pangan masyarakat telah hilang. Hal itu juga menunjukkan, satu jenis pangan bisa mensubsti-tusi pangan lainnya. Sehingga kelangkaan [...]
Entries for the ‘Moral in social-Politic and economy’ Category
INSENTIF SEBAGAI OPOSISI
Insentif Sebagai Oposisi
Dr andi Irawan
Dimuat dalam Koran Tempo 8 Mey 2009
Para pakar ekonomi-politik memandang perilaku para politikus dan parpol sesungguhnya sama dengan perilaku pelaku ekonomi. Ini dalam arti, pilihan yang akan diambil parpol atau politikus ditentukan oleh apa insentif yang bisa mereka dapatkan dari aktivitas dan kebijakan yang diambilnya. Dalam konteks ini, mengapa kemudian telaah [...]
FENOMENA KEMENANGAN PARTAI DEMOKRAT
Fenomena Kemenangan Partai Demokrat
DR. Andi Irawan
Dimuat Dalam Koran Tempo 17 April 2009
Partai Demokrat kembali menjadi hal yang fenomenal dalam Pemilu 2009 ini sebagai satu-satunya partai politik era reformasi yang mampu menjadi parpol besar dengan peningkatan jumlah suara sekitar 300 persen dibanding Pemilu 2004. Lima tahun yang lalu partai ini juga sempat menjadi sorotan banyak pihak [...]
SUAP DAN KORUPSI DARI PERSPEKTIF EKONOMI
DR Andi Irawan
Dimuat dalam Media Indonesia Kamis 7 Agustus 2008
Suap, korupsi dan berbagai variannya adalah suatu perilaku yang secara normatif dibenci tetapi umum dilakukan dalam realitanya. Karena itulah mengapa kemudian para ekonom yang memegang paradigma potivisme tidak suka menjudge secara moral tentang perilaku ini. Bagi mereka suap dan korupsi hanyalah merupakan keniscayaan perilaku ekonomi [...]
Kapan Orang Muda Memimpin?
Andi Irawan
Kapan orang mudah memimpin? Sebelum menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita simak terlebih dulu dua tesis sederhana tentang bagaimana kepemimpinan itu bisa lahir. Tesis pertama, kita sebut saja kepemimpinan yang lahir melalui jalur business as usual. Kalau kita melihat dari proses ini, maka syarat paling utama untuk eksis menjadi pemimpin negara [...]
PEMIMPIN YANG MENSEJAHTERAKAN
DR Andi Irawan
Seorang presiden, gubernur, bupati dan walikota adalah pemimpin formal struktural di negara ini, sebagai pemimpin formal-struktural pertanyaan publik yang akan selalu mengiringi mereka adalah kapan, bagaimana atau mengapa mereka berhasil atau gagal mensejahterakan rakyatnya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini menarik [...]
Stop Merokok, Konversilah Rokok (Stop Smooking)
Andi Irawan
Koran Tempo 8 September 2007
Mengkonversi konsumsi rokok menjadi barang lain yang bermanfaat jauh lebih penting dari melakukan konversi minyak ke gas, begitu kata teman saya yang seorang dokter dan anti rokok. Betapa tidak, untuk menghemat uang sebesar 30 triliun per tahun pemerintah siap menjadi sangat tidak populer di hadapan rakyatnya dengan memaksakan program [...]
Ketegasan Pemimpin
DR Andi Irawan
Dimuat dalam Seputar Indonesia 7 Februari 2007
Satu karakter kepemimpinan yang diperlukan dalam mengelola keadaan yang tidak normal adalah ketegasan. Ketegasan dalam makna kemampuan untuk merencanakan, menjalankan program dan mengawasi serta mengevaluasi agar semua program dan kebijakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, tanpa ada kompromi jika dengan kompromi tersebut berakibat gagalnya [...]
Pajak yang Adil
Andi Irawan
Negara dalam pandangan Islam memang memiliki hak untuk meningkatkan sumber-sumber keuangan negara melalui pajak, agar negara mampu melakukan fungsi-fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi secara efektif. Hak negara ini disepakati kalangan ulama fiqih sesuai dengan sabda Rasul SAW: “Pada hartamu ada kewajiban lain selain zakat” (penjelasan yang memuaskan tentang hadist ini lihat Fiqhuz-zakat, DR.Yusuf [...]
Ekonomi Tanpa Riba Sebagai Alternatif
Andi Irawan
Makalah Seminar Nasional “Fiqh Zakat dan Ekonomi Islam” 18 November 2000, Cianjur Jawa Barat
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang haramnya bunga bank. Sementara pihak menyayangkan fatwa MUI tersebut. Bagi ketua BPPN saat itu, Syaefudin Temenggung misalnya, fatwa haramnya bunga bank adalah tidak perlu karena baginya dengan mengutip pendapat Bung Hatta bahwa bunga [...]
