Andi Irawan

Pengabdian tiada henti

ad

Entries for the ‘Political Economy of Rice in Indonesia’ Category

Solusi Kelembagaan dalam Program 2 Juta ton Beras (Institutional Solution for Rice Production Program)

DR Andi Irawan
Koran Tempo 15 August 2007

Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) sebesar 2 juta ton terancam gagal tercapai tahun ini! Pernyataan ini tampaknya tidaklah berlebihan. Indikasi kuatnya adalah ketika kita melihat sampai saat ini faktor-faktor penunjang kebijakan tersebut di lapangan belum [...]

Leave a Comment

Keberpihakan Bulog Kepada Petani

DR Andi Irawan

Ada tiga peran Bulog dalam mewujudkan ketahanan pangan yakni; pertama, menjaga aspek ketersediaan pangan. Dalam kaitannya dengan peran ini Bulog diamanahi oleh pemerintah menjaga agar para petani tetap mendapatkan insentif untuk memproduksi pangan pokok kita. [...]

Leave a Comment

Lagi, Monopoli Impor Bulog (once again about Import Monopoly of Rice)

Dr. Andi Irawan
Seputar Indonesia 27 September 2007

Melalui Surat Menko Perekonomian tanggal 31 Agustus 2007 tentang Kebijakan Stabilisasi Bahan Pangan Pokok Beras, Gula dan Minyak Goreng, pemerintah memberi kewenangan penuh kepada Bulog untuk menstabilkan harga beras. Kewenangan itu meliputi monopoli impor, stabilisasi harga regional tanpa menunggu perintah, membeli beras diluar [...]

Leave a Comment

Tatkala Petani Di-”Fait Accompli”(When The peasant be Fait Accomplied)

DR Andi Irawan
Suara Pembaruan 27 December 2007
 
Salah satu dampak yang paling memprihatinkan dari kenaikan harga beras yang cukup signifikan di penghujung tahun ini adalah ketika dimanfaatkannya fenomena ini oleh sebagian pihak untuk menjustifikasi kepentingan vested interest mereka. Celakanya, justifikasi kepentingan tersebut berakibat menyudutkan dan menekan petani.
Kenaikan harga beras di penghujung tahun ini entah disengaja atau [...]

Comments (1)

Absurditas Urgensi Liberasasi Pasar Beras (Absurdity of Rice Market Liberalization)

DR Andi Irawan
Koran Tempo Rabu, 20 December 2006
 
 
            Di penghujung tahun 2006 ini, Bank dunia memberi rekomendasi tentang pentingnya meliberalisasi pasar beras untuk mencegah pembengkakan jumlah penduduk miskin di negara kita. Menurut lembaga internasional ini, jumlah penduduk miskin yang saat ini sekitar 39,2 juta orang, disebabkan oleh harga beras yang terlampau mahal. Seperti yang telah [...]

Leave a Comment

Lagi Tentang Kenaikan Produksi Beras 2007(Again About Rice Production Target in 2007)

DR Andi Irawan
            Tidak realistis! Demikian kesimpulan yang dikemukakan beberapa teman saya dalam diskusi lepas di suatu siang membahas mengenai target pemerintah untuk meningkatkan produksi gabah dari 54.663.594 ton pada tahun 2006 menjadi 57.409.149 ton pada tahun 2007. Teman saya yang ekonom pertanian beranggapan target tersebut tidak realistis karena menurutnya target pemerintah itu tidak mempunyai [...]

Leave a Comment

Motif Berburu Rente dalam Impor Beras (Rent Seeking Motivation behind Rice Import)

DR Andi Irawan
Dimuat Dalam Harian Seputar Indonesia  8 Januari 2007
ADALAH salah besar jika kita menilai bahwa penyebab utama impor beras karena terjadinya defisit beras domestik di pengujung 2006. Dalam konteks ini, motivasi pemburu rente lebih dominan. Banyak pelaku pemburu rente ekonomipolitik yang berkepentingan dengan impor beras.
Betapa tidak,dengan hanya memberi lisensi kepada para importir beras, [...]

Leave a Comment

“Kebijakan 2 juta ton Beras”; Antara Kesungguhan dan Politik Citra (Improving Rice Production Policy; Between commitment and Political Image)

Dr. Andi Irawan
 
            Untuk pertama kalinya menteri pertanian Anton Apriyantono menyatakan kekhawatirannya melalui media (Kamis 10 Mei 2007) di Jakarta bahwa target kenaikan 2 juta ton beras yang telah dicanangkan presiden di awal januari 2007 terancam tidak tercapai.   Kekhawatiran mentan tersebut mengingat fakta bahwa saat ini penyaluran benih unggul bersubsidi melalui penunjukkan langsung  oleh umumnya  [...]

Leave a Comment

Buah Simalakama Bernama Beras

DR  Andi Irawan
            Alangkah sulitnya memposisikan beras agar sama dengan komoditas pertanian lainnya.  Komoditas pertanian satu ini sangat kental bobot politiknya, sehingga tak mengherankan kalau ada yang mengatakan bahwa beras adalah komoditas politik.  Bandingkan dengan cabe misalnya, walaupun ketika harganya melambung tinggi tetapi belum ada kejadiannya orang turun ke jalan meminta agar harga cabe diturunkan, [...]

Leave a Comment

Kebijakan Manajemen Beras Tanpa Konsistensi (Policy Without Consisntency in Rice Management)

DR Andi Irawan 
            Wakil presiden Yusuf  Kalla  menegaskan bahwa pemerintah akan menambah impor beras lagi sebanyak 500 ribu ton untuk menjaga agar stok beras Bulog benar-benar aman, sebelumnya di penghujung tahun 2006 pemerintah juga telah memutuskan untuk mengimpor 520 ribu ton beras, sehingga total kuantitas beras yang diputuskan untuk diimpor dalam 4 bulan terakhir [...]

Leave a Comment

ad