<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Andi Irawan</title>
	<atom:link href="http://andiirawan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andiirawan.com</link>
	<description>Pengabdian tiada henti</description>
	<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:46:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>FOBIA KENAIKAN HARGA BERAS</title>
		<link>http://andiirawan.com/2010/02/07/fobia-kenaikan-harga-beras/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2010/02/07/fobia-kenaikan-harga-beras/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agricultural Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Fobia Kenaikan Harga Beras
Andi Irawan
Dimuat dalam Republika 6 Februari 2010

Kenaikan harga beras pada 1-2 bulan terakhir mulai mendapat sorotan  para pengamat-pakar serta media cetak dan elektronik. Sebagaimana yang diketahui, harga beras rata-rata pertengahan Januari 2010 dibandingkan harga rata-rata Desember 2009 naik 5,6 persen. Sedangkan, harga beras termurah naik 5,9 persen. Jika dibandingkan rata-rata harga tiga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2010/02/07/fobia-kenaikan-harga-beras/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://andiirawan.com/2010/01/27/258/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2010/01/27/258/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 22:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agricultural Economy]]></category>

		<category><![CDATA[Moral in social-Politic and economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/2010/01/27/258/</guid>
		<description><![CDATA[
Landasan Pijak Diversifikasi Pangan
Dr Andi Irawan
Koran Tempo 22 Januari 2010
Salah satu parameter kesuksesan pemerintah dalam konteks ketahanan pangan nasional adalah keberhasilan program diversifikasi pangan, mengapa demikian? Argumentasinya sederhana. Berhasilnya program diversifikasi pangan menunjukkan, dominasi pangan tertentu dalam konsumsi pangan masyarakat telah hilang. Hal itu juga menunjukkan, satu jenis pangan bisa mensubsti-tusi pangan lainnya. Sehingga kelangkaan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2010/01/27/258/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TRANSAKSIONAL PRAGMATIS PEJABAT PUBLIK</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/11/20/transaksional-pragmatis-pejabat-publik/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/11/20/transaksional-pragmatis-pejabat-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 22:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Political Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[ Transaksional Pragmatis Pejabat Publik 
Dr  Andi Irawan
Dimuat dalam Koran Tempo 11 November 2009

Menyimak tayangan media elektronik yang meliput langsung sidang Mahkamah Konstitusi, yang menayangkan hasil sadapan pembicaraan rahasia antara Anggodo Widjojo dan sejumlah figur yang diduga kuat adalah pejabat penegak hukum, membuat kita tersentak. Betapa transaksional pragmatis adalah suatu hal yang sangat nyata dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/11/20/transaksional-pragmatis-pejabat-publik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketiadaan Oposisi; Perspektif Rational Choice</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/11/05/ketiadaan-oposisi-perspektif-rational-choice/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/11/05/ketiadaan-oposisi-perspektif-rational-choice/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 00:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Political Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Ketiadaan Oposisi; Perspektif Rational Choice
Dr Andi Irawan
Dimuat dalam Koran Tempo Senin, 19 Oktober 2009

Pertanyaan yang menarik untuk diajukan sehubungan dengan kemungkinan besar tidak hadirnya kekuatan partai politik yang memadai yang berperan sebagai oposisi di lembaga legislatif adalah mengapa fenomena yang sedemikian itu bisa terjadi?
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencoba menggunakan pandangan rational choice dalam pendekatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/11/05/ketiadaan-oposisi-perspektif-rational-choice/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENEBAK PENDEKATAN SBY DALAM MEMBENTUK KABINET</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/07/17/menebak-pendekatan-sby-dalam-menentukan-kabinet/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/07/17/menebak-pendekatan-sby-dalam-menentukan-kabinet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 23:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Empirical Studies]]></category>

		<category><![CDATA[Political Economy]]></category>

		<category><![CDATA[Bounded Rationality]]></category>

		<category><![CDATA[Heuristics]]></category>

		<category><![CDATA[Rational Choice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Menebak pendekatan SBY dalam Membentuk Kabinet
Prioritas menteri ekonomi adalah profesional nonpartisan
Andi Irawan
Bisnis Indonesia 17 Juli 2009

Isu seusai pemilihan presiden (pilpres) sampai September atau Oktober yang menarik untuk dicermati oleh banyak pihak adalah susunan kabinet periode 2009-2014. 
Saat ini saja telah muncul isu yang berkait dengan kabinet periode 5 tahun mendatang, seperti berapa jatah kursi dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/07/17/menebak-pendekatan-sby-dalam-menentukan-kabinet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SUBSIDI PANGAN YANG BELUM TERSELESAIKAN</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/07/16/subsidi-pangan-yang-belum-terselesaikan/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/07/16/subsidi-pangan-yang-belum-terselesaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 23:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agricultural Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/2009/07/16/subsidi-pangan-yang-belum-terselesaikan/</guid>
		<description><![CDATA[Subsidi Pangan yang Belum Terselesaikan
Andi Irawan
Koran Tempo 16 Juli 2009
Ada tiga tugas penting negara yang berkaitan dengan subsidi pangan bagi rakyat sepanjang periode 2004-2009. Tiga tugas penting itu: 1) Penyediaan dan penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah (beras untuk rakyat miskin/raskin) serta penyediaan dan penyaluran beras untuk menjaga stabilitas harga beras. 2) Pembelian [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/07/16/subsidi-pangan-yang-belum-terselesaikan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI POPULIS YANG SEBENARNYA</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/06/16/menjadi-populis-yang-sebenarnya/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/06/16/menjadi-populis-yang-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 06:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Political Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[MENJADI POPULIS YANG SEBENARNYA
DR. ANDI IRAWAN
Dimuat dalam Bisnis Indonesia 15 Juni 2009

Jangan biarkan ekonomi pasar bergerak liar  
Sungguh menarik menyaksikan perilaku para tokoh dan elite politik yang sarat dengan nuansa populis sejak pemilu legislatif sampai menjelang pilpres. Semua tokoh politik menempatkan diri sebagai sosok yang populis. 
Ada yang mendeklarasikan dirinya di tempat pembuangan akhir [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/06/16/menjadi-populis-yang-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PRO-KONTRA NEOLIBERALISME EKONOMI</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/05/27/pro-kontra-neoliberalisme-ekonomi/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/05/27/pro-kontra-neoliberalisme-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 23:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Macro Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Pro-Kontra Neoliberalisme Ekonomi
Dr  Andi Irawan
Dimuat dalam Koran Tempo 27 Mei 2009
Melihat mazhab ekonomi neoliberalisme hanya dari kacamata positivisme, maka tidak ada hal yang perlu kita kritik. Betapa tidak, mazhab ini bila dilihat secara netralitas etis tidak lebih hanya prinsip yang menghargai proses kapitalisasi oleh pemilik modal, distribusi barang dan jasa, serta pergerakan uang dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/05/27/pro-kontra-neoliberalisme-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>INSENTIF SEBAGAI OPOSISI</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/05/09/insentif-sebagai-oposisi/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/05/09/insentif-sebagai-oposisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 16:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Moral in social-Politic and economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Insentif Sebagai Oposisi
Dr andi Irawan
Dimuat dalam Koran Tempo 8 Mey 2009
Para pakar ekonomi-politik memandang perilaku para politikus dan parpol sesungguhnya sama dengan perilaku pelaku ekonomi. Ini dalam arti, pilihan yang akan diambil parpol atau politikus ditentukan oleh apa insentif yang bisa mereka dapatkan dari aktivitas dan kebijakan yang diambilnya. Dalam konteks ini, mengapa kemudian telaah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/05/09/insentif-sebagai-oposisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FENOMENA KEMENANGAN PARTAI DEMOKRAT</title>
		<link>http://andiirawan.com/2009/04/17/fenomena-kemenangan-partai-demokrat/</link>
		<comments>http://andiirawan.com/2009/04/17/fenomena-kemenangan-partai-demokrat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 23:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Moral in social-Politic and economy]]></category>

		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andiirawan.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena Kemenangan Partai Demokrat
DR. Andi Irawan

Dimuat Dalam Koran Tempo 17 April 2009
Partai Demokrat kembali menjadi hal yang fenomenal dalam Pemilu 2009 ini sebagai satu-satunya partai politik era reformasi yang mampu menjadi parpol besar dengan peningkatan jumlah suara sekitar 300 persen dibanding Pemilu 2004. Lima tahun yang lalu partai ini juga sempat menjadi sorotan banyak pihak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://andiirawan.com/2009/04/17/fenomena-kemenangan-partai-demokrat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
